Saat ini penderita diabetes mellitus di seluruh dunia berjumlah lebih dari 100 juta orang. Sementara, kejadian serta prevalensinya masih terus meningkat. Menurut Roger H. Unger, M.D., dalam Journal of the American Medical Association, diabetes mellitus didefinisikan sebagai kadar glukosa (gula) darah meninggi. Itu disebabkan metabolisme lipid yang tidak normal, karena tubuh kekurangan insulin atau insulin yang ada di dalam tubuh tidak dapat berfungsi secara optimal.
Diabetes dikategorikan sebagai tipe 1 atau tipe 2, berdasarkan problem fisiologinya. Diabetes tipe 1 ditandai dengan kerusakan sel-sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Akibatnya, tubuh mengalami defisiensi insulin. Insulin harus diberikan secara teratur. Diabetes tipe 1 sebagian besar terjadi pada anak-anak dan remaja, meski begitu dapat terjadi di segala usia.
Diabetes tipe 2, berkembang karena insulin resistance (ketahanan insulin). Tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara sesuai. Lebih dari 90% penderita diabetes punya tipe itu, Risiko perkembangan diabetes tipe 2 meningkat seiring pertambahan usia, kegemukan, dan kekurangan aktivitas fisik. Biasanya, penderita diabetes tipe 2 berusia di atas 45 tahun, kegemukan, dan kurang aktivitas fisik, dengan riwayat keluarga diabetes, menderita tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol tinggi. (Jun)
(baca lebih lengkap di Majalah d'sari vol. 23)

