Di tengah kehidupan modern yang serba canggih ini, ada satu yang tak pernah terkikis yaitu pengobatan tradisional dan alami. Meski dunia pengobatan sudah begitu berkembangnya, namun sebagian orang masih setia dengan cara alami.
Di edisi ini majalah d’sari secara keseluruhan membahas mengenai Chinese Medicine. China merupakan negara yang cukup dikenal dengan pengobatan tradisionalnya seperti akupuntur dan herbal. Namun tak hanya China, India dan Indonesia juga merupakan negara yang dikenal dengan pengobatan tradisional seperti pengobatan dengan mengandalkan tumbuhan dan massage.
Pengobatan China Kuno
Traditional Chinese Medicine (TCM)
Begitu banyak pengobatan cara China Kuno, di antaranya adalah akupunktur dan akupresur, yang merupakan bagian dari cara pengobatan tradisonal bangsa China atau Traditional Chinese Medicine (TCM) yang sangat berbeda dengan cara pengobatan modern (Barat). Secara filosofi dan budaya, pengobatan ini telah mengakar selama ribuan tahun lamanya. Terapinya berupa penggabungan antara seni pijat, ilmu gizi, serta ilmu tumbuh-tumbuhan.
Para tabib China kuno, selalu mempelajari hubungan alam dengan manusia. Lalu menerapkan hasilnya melalui keseimbangan panas dan dingin atau Yin dan Yang. Kata memutar, memanaskan, demam, kering, serta lembab – merupakan bahasa alam yang juga diterapkan pada kondisi tubuh manusia. Contohnya, sakit tenggorokan tidak dipertimbangkan sebagai salah satu infeksi karena virus, melainkan akibat terkena panas atau masuk angin.
Apa Qi?
Satu dari konsep-konsep utama TCM adalah “Qi” (dibaca: chee) yang artinya adalah enerji. Penyakit akan terjadi, ketika Qi seseorang dalam kondisi tak seimbang. Jadi TCM menjaga keseimbangan Qi melalui beberapa hal, yaitu bila terlalu banyak Qi akan dikurangkan, jika kurang akan ditingkatkan, serta Qi senantiasa akan disalurkan secara merata. Pertimbangannya:
Pertama, enerji itu merupakan warisan yang berhubungan dengan kualitas sperma dan ovum (indung telur) orang tua. Qi ini sebagian besar bertindak seperti sebuah katalis dalam badan. Seperti sistem pembakaran dalam sebuah mobil. Jika Qi terlalu banyak, maka akan menimbulkan mati.
Kedua, Qi merupakan enerji mentah yang didapat dari makanan, air, udara yang dikonsumsi setiap hari. Kemudian bahan mentah ini diubah menjadi enerji yang akan memelihara organ-organ tubuh, memproduksi darah, serta menjaga tubuh dari serangan penyakit.
Apabila memiliki Qi dalam jumlah memadai dan berkualitas bagus, maka tubuh akan menjadi sehat. Qi itu ibarat bank. Jika Qi yang dimiliki tidak cukup, melalui terapi pengobatan, Qi dapat diperoleh dari warisan orang tua yang tersimpan dalam tubuh kita. Makanya bangsa China sangat memperhatikan kualitas makanan untuk menyehatkan tubuhnya. Pertimbangan teoritis seperti itu akhirnya dapat diterima secara logis dan lengkap melalui pengobatan tradisonal yang dilakukan. (artikel lengkap dapat dibaca di Majalah d'sari vol.24)

