Photobucket

Kartika Setyarini Soeparmono: Sukses Membangun Bisnis Salon

Dengan memegang prinsip bahwa semua bisnis bisa ditekuni jika mempunyai ilmu dan ahli dalam manajemen, Rini pun sukses membangun dan mengembangkan berbagai usaha. Dan seabrek aktivitasnya tersebut, telah banyak merebut waktunya dari keluarga, tetapi bagi ibu dua orang anak ini keluarga adalah yang utama.

Semasa kuliah Kartika Setyarini Soeparmono hanya menginginkan kelak ia bisa mengatur diri sendiri dan orang lain. Teryata semua keinginannya tersebut membuahkan hasil. Wanita yang lebih dikenal dengan nama Rini Soeparmono ini, sukses membangun beberapa usaha.


Sebenarnya naluri bisnisnya sudah terasah sejak di bangku SMA. Wanita lulusan Fakultas Ekonomi Trisakti ini mencoba bisnis kecil-kecilan dengan membuat parsel. Menurutnya ia sangat senang ketika ia bisa membuat sesuatu dengan usahanya sendiri.

Dan semua kesuksesannya membangun usaha tak lepas dari kepiawaiannya memanage  usaha dan para karyawannya. “Sebenarnya, semua bisnis bisa kita tekuni jika kita mempunyai ilmu dan ahli dalam manajemen,” Ungkapnya.

Bisnis Kecantikan

Wanita dan kecantikan memang tak terpisahkan, dan Rini sangat jeli dalam melihat peluang bisnis ini. Ketertarikanya mendirikan usaha salon memang awalnya dilatarbelakangi oleh kebiasananya sejak kuliah hobi ke salon.

Lalu pada tahun 1993 ia membangun usaha salon dengan nama KARISA, dengan segmen pasar khusus wanita. Lalu tiga tahun kemudian ia mengubah salonnya menjadi Kat Salon dengan mencakup  segmen yang lebih luas, yaitu untuk wanita dan pria kalangan menengah ke atas.

Di tangan dinginnya Kat Salon terus berkembang. Kat Salon pertama berdiri 6 maret 1996 di area Darmawangsa II No. 7 Jakarta Selatan, selang 4 tahun Kat Salon kembali menelurkan dua generasi yaitu di bilangan Hang Tuah Raya No. 20 pada Nopember 2000 dan di Kemang Raya 93 A pada bulan Maret 2002. Konsep yang diusung trendy dan elegance.


Pelayanannya sangat bervariasi seperti blow, cutting, hair manicure, smoothing, creambath, coloring and highlight, perming digital perm, hair extention, eyelash extention, styling, make up, facial, manicure pedicure dan reflexology. Pejabat dan selebrity menjadi customer loyalnya.

Sekedar berbagi tips, Rini mengungkapkan bahwa bisnis seperti ini, yang penting memberikan pelayanan dan kenyaman sehingga para pelanggan mau untuk datang kembali. Prinsip itu sangat ia pegang dan ia terapkan kepada para karyawannya, jadi tak heran bila usahnaya terus berkembang.

Meski salonnya sudah memiliki pelanggan tetap, namun Rini terus mengembangkan keahliannya. Rini menggali ilmu dengan selalu mengikuti tren kecantikan, ia menambah ilmunya dari berbagai pelatihan dan seminar.

Terus Membangun Usaha Baru

Selain salon Rini juga memiliki beberapa usaha lain. Di tahun 1994 ia membangun perusahaan kontraktor sipil, lalu di tahun 1996 ia kembali menelurkan lini usahanya dengan membangun konsultan kontraktor, tahun 1997 ia kembali mendirikan usaha baru di bidang pengadaan barang dan perbaikan mesin pesawat di Mabes TNI dan ditahun 2010 ini ia membuat usaha baru yaitu pembangkit tenaga listrik.

Rini terus melakukan ekspansi bisnisnya diberbagai bidang yang berbeda, lalu bagaimana ia mampu mengelola usahanya dengan jenis yang berbeda? Seperti yang ia ungkapkan di atas, bahwa sebenarnya, semua bisnis bisa ditekuni jika kita mempunyai ilmu dan ahli dalam manajemen. Dengan prinsip itu Rini trus menggali kemampuan dirinya untuk membangun berbagai bisnisnya menunju puncak kesuksesan.

Tentu saja, berkembangnya berbagai usaha miliknya dikarenakan kepiawaian Rini mengelola bisnis usahanya dan juga karyawan. Ia berusaha membuat para karyawannya nyaman bekerja, sanggup membayar gaji karyawan tepat waktu, dan selalu menciptakan suasana kerja yang kekeluargaan. Namun ia juga menerapkan disiplin dengan hukuman yang tegas bagi karyawan yang melanggar peraturan yang telah sepakati.

Wanita Aktif

Sosok Rini merupakan cerminan wanita aktif, bagaimana tidak, meski usahanya banyak ia masih saja sempat ikut aktif di beberapa kegiatan. Di antara kegiatan yang diikutinya adalah Kadin DKI Jaya, sebagai Wakil Komite Tetap Pembinaan dan Pemberdayaan Anggota Luar Biasa, selain itu ia juga aktif di organisasi IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) bahkan di organisasi ini ia memegang jabatan penting  sebagai Ketua DPD IWAPI Provinsi DKI Jakarta.
Sebagai ketua ibu dua orang anak ini memiliki komitmen yang besar untuk mengembangkan bisnis usaha kecil dan menengah. Karena baginya UMKM menjadi urat nadi kemajuan perekonomian di negara ini.

Ketika usaha sedang krisis, UMKM justru mampu bertahan dari  krisis keuangan. Miris memang ketika pemerintah kurang memperhatikan dunia bisnis UMKM dan hanya fokus pada bisnis dan konglomerat besar. Padahal ujar Rini, UMKM juga bisa membantu pemerintah dalam membuka lapangan kerja. Namun sayangnya masih banyak UMKM yang kurang mendapatkan perhatian pemerintah.

Salah satunya adalah aturan dari pemerintah melarang menggunakan rumah tinggal sebagai tempat usaha. Ini yang jadi hambatan karena akan menjadi kesulitan bagi mereka untuk mempersiapkan modal yang lebih besar.

Wanita kelahiran Jakarta, 12 September 1969 ini juga sering didaulat untuk menjadi pembicara diberbagai acara seperti tolkshows, sebagai narasumber workshop dan pembicara seminar di kampus almamaternya.

Seabrek aktivitasnya tersebut, tidaklah melupakan dirinya sebagai seorang Ibu dari putra dan putrinya, Hasna Nabila (12 tahun) dan Emir Ibrahim (9 tahun). Baginya setinggi apapun jabatan seorang wanita ia tetap harus bisa memberikan perhatian dan kasih sayangnya yang utama bagi keluarga. Dengan komitmen tersebut Rini mampu membagi waktunya untuk keluarga yang ia cintai dan berbagai bisnis dan aktivitas sosialnya secara seimbang. (Desi NLS)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Free Web Hosting | Top Hosting