Photobucket

Cegah Lebih Awal Demam Tifus dengan Vaksin

Tidak selamanya orang tua dapat terus mengontrol anaknya, kadangkala makanan atau tangan yang kotor bisa menyababkan anak terkena demam tifoid atau lebih dikenal dengan tifus. Sebenarnya sekarang sudah ada dua vaksinasi pecegahan untuk demam tifus yaitu vaksin oral atau suntikan. Pilihkan di antaranya yang terbaik untuk anak Anda.

Sinta merasa gelisah. Buah hatinya, Rio sudah tiga hari demam tinggi dan tubuhnya menggigil. Meski obat penurun panas sudah ia diberikan, namun demam puteranya yang baru berusia 6 tahun itu tak juga menurun. Hatinya kian cemas ketika dilihatnya napsu makan sang buah hati makin berkurang dan tidurnya terlihat tak tenang. Ditambah lagi, Rio mulai merasakan mual-mual, diare, kejang dan kesadarannya yang menurun. Situasi yang dialami Sinta, barangkali bisa juga menimpa pada buah hati anda. Hati-hati Bunda, bisa jadi buah hati anda sedang mengalami kondisi sakit yang disebut dengan demam tifoid atau biasa kita kenal dengan tifus.

“Sebaiknya segera dibawa ke dokter, sehingga bisa ditangani dengan lebih cepat dan tepat,” terang Dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K), spesialis kesehatan anak dari RSCM Jakarta. Penanganan yang tepat dan cepat tentu akan membawa manfaat bagi putera anda. Sebaliknya menurut pengajar di FKUI ini, terlambatnya penanganan dapat beakibat buruk bagi si anak. Munculnya pendarahan ataupun bocor usus, infeksi pada saluran kencing, radang atau infeksi paru-paru, radang hati juga mungkin terjadinya penurunan kesadaran, merupakan di antara konsekuensi yang bisa saja terjadi ketika penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella enterica ini terlambat ditangani.

Jagalah Kebersihan
Demam Tifoid merupakan penyakit infeksi akut yang memang banyak terjadi di masyarakat Indonesia. Penyakit ini muncul ketika bakteri salmonella enteric dan terutama turunannya salmonella typhi menyerang saluran pencernaan. Umumnya, bakteri tersebut masuk ke tubuh buah hati anda diperantarai oleh makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri. Tentu penyebabnya adalah makanan atau minuman tersebut tidak hygenis. Namun, bisa juga kuman masuk melalui tangan putera anda yang memang tidak bersih ketika sedang makan. Maka jagalah selalu sanitasi lingkungan keluarga anda dengan baik.

Anda bisa saja tinggal di tempat elit dengan lingkungan aman dan bersih. Namun kadang anda tidak tahu ke mana putera anda bermain, atau apa yang dia mainkan. Karena itu, mengajarinya menjaga kebersihan diri adalah salah satu hal yang mungkin bisa anda lakukan sebagai upaya pencegahan. Yang paling sederhana adalah membiasakannya mencuci tangan, baik sebelum dan sesudah makan, atau setiap pulang dari sekolah dan bermain. (Zila)

Berbagai Komplikasi Akibat Deman Tifoid

Seperti umumnya proses penyembuhan penyakit, demam tifoid memang tidak bisa sembuh seketika meski anda sudah segara membawanya ke dokter. Menurut Dr. Hindra, rata-rata satu minggu waktu yang diperlukan untuk proses penyembuhan. “Biasanya dalam tiga hari, demamnya sudah mulai terlihat menurun,” paparnya.

Karena penyebab penyakit adalah bakteri, biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk menghilangkan bakteri yang menyerang tersebut. Namun itu bila tidak terjadi komplikasi. Jika  ditemukan adanya komplikasi pada anak anda, dokter mungkin akan menambahkan beberapa pengobatan lain yang dibutuhkan.

Komplikasi yang sering dijumpai anak penderita demam tifoid adalah pendarahan usus karena perforasi, infeksi kantong empedu (kolesistitis), atau juga hepatitis. Terkadang juga ditemukan gangguan otak (ensefalopati) pada anak. Oleh sebab itu, cepat tanggap terhadap demam tifoid buah hati anda, akan menjadi pilihan tindakan yang bijak.

Bagaimana Pencegahannya? Baca di Majalah d'sari Vol.23 Halaman 68

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Free Web Hosting | Top Hosting