Photobucket

Outlook d'sari Magz vol.18

Photobucket
Pangandaran
Kala Matahari Terbit dan Tenggelam

"Seorang kawan memberitahu saya, ada sebuah tempat kita busa melihat matahari terbit dan sekaligus terbenam. Tempat yang sangat terkenal dan juga indah, letaknya di pantai selatan pulau Jawa."

Saya segera mencari tahu tentang lokasi Pantai Pangandaran melalui peta. Menarik sekali penemuan kecil itu. Ternyata, Pangandaran punya keunikan tersendiri dengan beberapa kegiatan wisata yang mendukung. Pangandaran punya sebuah tanjung yang menjorok ke selatan. Bagian kiri dan kanan berupa pantai-pantai yang menghadap ke barat dan timur. Jadi, itulah peluangnya untuk busa melihat matahari terbit dan tenggelam. 
 

Photobucket
Akses

Pantai Pangandaran terletak di Pantai Selatan wilayah Provinsi Jawa Barat, tepatnya di kabupaten Ciamis. Ada beberapa cara untuk menuju ke sana dari Jakarta.

Melalui Udara
Susi Air adalah maskapai penerbangan yang melayani rute Jakarta-Pangandaran-Jakarta satu kali dalam sehari. Waktu tempuh sekitar 70 menit dengan pesawat Cesna. Adapun jadwal penerbangannya: Jakarta–Pangandaran 10:30–11:40 dan untuk kembali ke Pangandaran–Jakarta 13:30–14:30. Kita juga busa mengaksesnya melalui kota Bandung dari maskapai yang sama. Pangandaran–Bandung 11:40–12:20; Bandung–Pangandaran 12:40 – 13:20.

Melalui Darat 
Cara paling umum untuk mencapai Pangandaran dengan bus. Bus yang berangkat setiap jam dari stasiun Kampung Rambutan. Tetapi tidak semuanya langsung menuju stasiun Pangandaran. Harus berganti bus di terminal bus Ciamis, Tasikmalaya, atau Banjar. Waktu tempuh langsung sekitar 7-8 jam dengan biaya Rp 70.00 (non-AC) dan Rp 90.000 (AC).

Saya bersama rekan-rekan memilih jalan darat menggunakan mobil, dari Jakarta ke Bandung melalui jalan Tol. Kemudian melanjutkannya melalui Cicalengka, Garut, Tasikmalaya, sebelum sampai ke Pangandaran. Waktu tempuh kami sekitar 8 jam perjalanan.


Kami tiba di Pangandaran sudah malam, disambut dengan “gerbang selamat datang” sebelum masuk ke dalam kawasan wisata tersebut. Suasana weekend cukup ramai, dengan warung-warung cendera mata yang masih buka. Ada yang menjual hiasan dari kerang, ukiran dari kayu, atau kain-kain, dan baju pantai. Suasananya mengingatkan pada warung-warung cendera mata pantai Kuta. Meski tidak sebegitu ramai suasana malam di pantai Kuta, Bali. Kami mencari restoran untuk makan malam Menemukan sebuah tempat yang menarik dan luas. Di sana ada beberapa pasang turis asing. Kami menyantap makan malam dan harus segera mencari hotel yang sudah di booking via telepon seminggu sebelumnya.

Pagi yang Indah di Pantai Timur 
Penginapan kami cukup bagus, dengan sistem bungalow, kami menyewa satu unit berisi tiga kamar tidur. Malam sebelumnya kami memang sengaja memesan kamar yang langsung menghadap matahari terbit. Pukul 5 dini hari kami bangun, mempersiapkan peralatan, dan dalam kegelapan mencari posisi untuk menikmati matahari terbit. Suara debur ombak memecah keheningan pagi itu. Bersama-sama dengan horizon yang mulai terang menciptakan ritme alam, memberikan rasa damai. Beberapa nelayan mengambil perahu mereka, mencari tambatan-tambatan jala yang dipasang sore sebelumnya. Terbersit warna oranye kemerahan di atas langit, pertanda sebentar lagi matahari akan terbit di horizon timur. Suasana mendung menyelimuti bagian sekitar horizon dan perlahan-lahan semburat cahaya mentari menerangi langit di timur. Matahari terbit dengan segala fenomenanya, selalu memberikan perasaan mistik dalam keindahannya. Saya tidak sendirian dalam menikmati matahari terbit. Ada masih banyak pelancong yang cukup mamadati pinggiran pantai yang sudah diberi pembatas beton. Pantai Pangandaran sebagai salah satu objek wisata andalan Kabupaten Ciamis khususnya dan Provinsi Jawa Barat umumnya. Karena itu, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Budaya setempat, terus membenahi dan melengkapi berbagai fasilitas penunjang kawasan wisata Pantai Pangandaran, termasuk memberikan beton pembatas pantai.
 
Photobucket
Pagi berangsur-angsur menjadi siang. Ombak cukup besar dan nelayan-nelayan yang masih berkutat dengan jala mereka menjadi pemandangan sehari-hari. Ada beberapa menara di pantai ini. Hal itu dimaksudkan untuk memantau keadaan pantai. Kehati-hatian ini menjadi lebih lagi pasca bencana tsunami tahun 2006 (17 Juli) lalu. Di sebuah ceruk terlihat banyak sekali perahu nelayan bersandar, menciptakan pemandangan cantik.
Batu Hiu
Setelah menyantap makan pagi di bungalow kami, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan pantai Batu Hiu. Batu Hiu, terletak di desa Ciliang Kecamatan Parigi, kurang lebih 14 Km dari Pangandaran ke arah Selatan. Memiliki panorama alam yang sangat indah. Dari atas bukit kecil dengan taman pantainya yang banyak ditumbuhi pohon-pohon pandan Wong, kita menyaksikan birunya samudera Indonesia dengan deburan ombak yang menggulung putih. Ombak besar dan pantai yang landai memberikan pesona tersendiri. Ada beberapa karang yang berada ditengah laut, seolah-olah harus bertahan akibat gempuran ombak yang dahsyat, menciptakan cipratan air yang tinggi. Dalam beberapa pola hitungan, ombak besar menyapu pantai yang landai hingga jauh ke daratan. Sekitar 200 meter dari pinggir pantai terdapat seonggok batu karang menyerupai ikan hiu. Karena itulah tempat ini dinamakan batu hiu.


Pantai Barat 
Setelah mengunjungi Batu Hiu, perjalanan dilanjutkan menuju pantai Barat Pangandaran. Sebenarnya, kalau kita menyeberang dari pantai Timur ke pantai Barat hanya diperlukan waktu lima menit dengan kendaraan. Pantai Barat sepertinya lebih ramai. Toko-toko cendera mata dan penyedia fasilitas wisata seperti surfing, jet ski, dan berenang lebih banyak di sini. Memang, pantai Barat tampak lebih tenang ombaknya dibanding dengan pantai Timur. Beberapa tukang perahu menawarkan kami untuk pergi ke pantai Pasir Putih di kawasan cagar alam Pananjung. Cagar alam seluas 530 hektar, di antaranya termasuk hutan wisata seluas 37,70 hektar yang memiliki berbagai flora dan fauna langka, seperti Bunga Raflesia Padma, Banteng, Rusa, dan berbagai jenis Kera. Selain itu, terdapat pula gua alam dan gua buatan. Seperti Gua Panggung, Gua Parat, Gua Sumur Mudal, Gua Lanang, Gua Jepang, serta sumber air Cirengganis dan Pantai Pasir Putih dengan taman lautnya. Hari sudah mendekati sore, kami memutuskan untuk tidak pergi ke Pananjung. Kami ingin mengeksplorasi lagi keindahan pantai Barat ini. Berjalan-jalan di pantai yang tenang dan berenang sepertinya sebuah keharusan. Dari Pusat Informasi Wisata, kami mendapatkan penjelasan tentang acara-acara besar yang dilakukan oleh masyarakat setempat, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata untuk menarik lebih banyak kunjungan wisatawan ke daerah ini. Khusus untuk wisatawan asing, hampir 15 ribu wisatawan asing mengunjungi daerah ini setiap tahunnya. Setiap akhir pekan, biasanya digelar pertunjukan seni tradisional Jawa Barat. Selain itu, di bulan-bulan tertentu digelar berbagai event, seperti hajat laut nelayan Pangandaran pada di bulan Maret, nyiar lumar di bulan Juni, festival layang-layang internasional (Pangandaran International Kite Festival) di bulan Juli, karnaval perahu hias di bulan Agustus, lomba memancing di bulan September, wisata lintas alam dan off road di bulan Oktober, dan pesta perayaan tahun baru di bulan Desember.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Free Web Hosting | Top Hosting