D'SARI MAGZ VOL.14 TH.02Terbit: 16 Maret 2010 | Tulisan ini akan menjelajahi dunia transeksual dari sisi ilmiah, sosial, dan dinamika seksual ketika mereka menjalani perubahan dari lelaki menjadi perempuan, dalam segala cara dan bentuk. Apa yang membuat seorang lelaki sebagai lelaki dan seorang perempuan sebagai perempuan? Mengapa beberapa kita terlahir dengan organ seksual yang tidak sesuai dengan sisi psikologis kita? Mereka terlahir sebagai pria, tetapi merasa sebagai wanita. Jika melihat di depan cermin, mereka akan bertanya, “Mengapa saya bisa seperti ini?” Mereka selalu mengatakan, hidup seperti ini rasanya ingin mati saja. Bagi transeksual, hidup dalam tubuh mereka sendiri sebagai penderitaan. Mereka pun selalu menyatakan, kalau mereka lahir dengan organ seksual yang salah. Setiap tahun, ribuan transeksual yang terlahir sebagai pria memutuskan untuk mengubah dirinya menjadi wanita. Meski dengan risiko dan biaya yang besar, mereka tetap ingin melakukan operasi dan mengubah bentuk tubuhnya. Tubuh mereka diubah bentuk dan wajahnya dibentuk kembali. Hal yang membuat bulu kuduk berdiri adalah, kelamin mereka diubah untuk selamanya. Oww, tak dapat saya bayangkan! Bagi transeksual, mereka seringkali sulit beradaptasi dengan lingkungan. Seperti dituturkan “X” yang tak mau disebutkan identitasnya. Hal itu dikarenakan dia takut kehilangan semua yang sudah dimilikinya. “Keluarga, teman, pendapatan, bahkan kehidupan. Saya tak butuh belas kasihan dari orang-orang sekitar”, tukasnya. Menurut keterangan medis, kondisi mereka disebut dysphoria gender. Biasanya disebut dengan transeksualisme. Mereka berpikir bahwa mereka adalah wanita, tetapi dilahirkan dengan tubuh sebagai pria. Penyebab itu semua belum jelas. Tetapi, yang pasti pengaruhnya terjadi pada mereka setiap detik, menit, dan hari. |


